Keluarkan Aku !!


Aku memutuskan masuk ke kamar itu. Kamar bertuliskan Do Not Enter. Entah ada apa di dalam, tapi aku yakin di dalam ada sesuatu yang tidak boleh dijamah umum. Ah, aku tak peduli, paling hanya kamar khusus panel listrik untuk seluruh gedung ini. Sudah tak ada waktu lagi, kamar itu satu – satunya kamar yang tidak terkunci. Dia terus mengikutiku, mengejarku sejak tadi bertemu di pintu masuk. Seorang pria berkulit hitam dan betubuh tinggi besar. Tinggiku hanya sebatas pinggang pria itu hingga sulit ku lihat raut mukanya.

Aku pun masuk ke kamar itu, menutupnya secepat mungkin dan menguncinya. Tadi dia tepat di belakangku, hampir saja meraih pundakku. Aku terduduk lemas, merasa lega terlepas dari pria itu, sedikit rasa aku beruntung menemukan kamar ini.

Aku baru sadar, kamar ini sangat gelap. Aku bahkan tidak bisa melihat tanganku sendiri. Tanganku meraba –raba tembok, mencari saklar lampu. Aku berjalan sedikit ke dalam, tapi aku belum bisa menemukannya. Ketika ku melangkahkan kakiku lagi, aku menginjak sesuatu. Kenyal dan sepertinya seukuran kepalan tanganku. Tikus! Oh tidak, tikus itu berjalan melewati punggung kakiku.

Aku geli setengah mati, ku usap-usap kakiku dengan tissu yang ku ambil dari tas yang masih kupengang. “Hiiiiii….joroooookkkk!”, teriakku.

Aku memutuskan mengambil handphone untuk membantu menerangi langkahku. Saat kunyalakan lampu handphone, aku sunggu terkejut, kamar itu jauh dari yang tadi kubayangkan. Kamar yang kupikir penuh dengan panel listrik yang tak ada satupun orang boleh masuk ternyata sebuah gudang. Gudang tua yang lantainya saja penuh dengan debu, jejak sepatuku terlihat kontras dengan warna hitam karena tumpukan debu yang entah sudah berapa tahun tidak dibersihkan.

Aku mengarahkan sinar handphoneku ke depan, kamar ini ternyata sangat luas. Ada sofa yang tertutup kain putih. Ada satu tempat tidur megah terbuat dari kayu yang setiap sikunya dipasang pilar untuk memasang kelambu. Lalu di samping tempat tidur, aku melihat satu set meja rias. Aku terus mengarahkan lampu handphoneku ke sampingnya.

Tapi rasanya ada sesuatu yang aneh, ku arahkan lagi lampu ke arah tempat tidur. Tempat tidur itu tidak ditutup kain putih, tapi seprai kasur dan bantal tetap bersih tanpa ada debu sedikitpun. Begitupun meja rias, tidak ada sedikitpun debu yang menempel.

Rasa penasaran membuatku ingin mendekat ke sana. Pelan – pelan ku langkahkan kakiku, kuperhatikan dengan seksama lantai di bawahku, aku tidak mau lagi menginjak tikus menjijikan tadi. Saat aku sibuk memperhatikan langkahku, tiba – tiba aku menabrak sesuatu.
Rasanya seperti menabrak seseorang. Secepat mungkin ku arahkan lampu ke depan tapi kosong. Tidak terlihat apapun atau siapapun. Tapi aku benar – benar yakin, aku sungguh – sungguh merasakan tadi aku menabrak seseorang. Rambutnya yang panjang sempat menyentuh lenganku.

Bulu kudukku mulai berdiri, aku merinding hingga ke tengkuk kepalaku. aku takut. Aku yakin tadi menabrak seseorang, tapi kenapa tidak terlihat siapapun, jejak kakinya bahkan tidak ada di lantai penuh debu ini.

Aku berlari menuju pintu. Membuka pintu yang tadi kukunci karena takut pria aneh tadi masuk mengejarku. Tapi kuncinya tetap tak mau terbuka. Tiba – tiba aku mendengar suara langkah kaki di belakangku. Perlahan – lahan suaranya semakin jelas.

Aku yakin dia ingin menghampiriku. Aku memutar badan ke arah datangnya suara itu. Ku arahkan lampu ke lantai. Tidak ada jejak langkah, tapi suara itu semakin mendekatiku. Aku ketakutan setengah mati, suaranya semakin mendekat. Semakin lama semakin mendekat, kini aku bisa merasakan dia berada tepat di belakangku. Kugedor pintu kamar, dan berteriak sekuat tenaga,”Keluarkan aku!!!!”

Tiba – tiba dia memegang pundakku. aku tidak berani menoleh. tubuhku kaku, tanganku gemetar. Aku ingin teriak, tapi tenggorokanku tercekat. Begitu takutnya hingga aku sulit bernafas. Tiba – tiba dia berbicara,”Muter kuncinya ke kanan, Neng.”

:mrgreen:
——————-

Another Room?? Click This

About these ads

27 pemikiran pada “Keluarkan Aku !!

  1. good jobb :D
    but not good in the end.

    jadi siapakah itu yang memegang pundaknya dan ngasih saran supaya muter kuncinya ke kanan??

    kan jejak kakinya ngga ada.

    Penjelasannya apa??

    kurang logis ah, coba coba diperbaiki :P

  2. Ping-balik: Daily Prompt: 1984 « KnowledgeKnut

  3. Ping-balik: BEHIND MY EYES « hastywords

komentar kamu....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s